Mengenal Arsitektur Docker: Engine, Images, dan Containers#
Hai, teman-teman! Kali ini kita bakal ngobrolin tentang arsitektur Docker. Buat yang belum tau, Docker itu adalah platform yang memungkinkan kita untuk mengembangkan, mengirim, dan menjalankan aplikasi dengan menggunakan container. Nah, dalam arsitektur Docker, ada tiga komponen utama yang perlu kita pahami: Engine, Images, dan Containers. Yuk, kita bahas satu per satu!
Panduan Lengkap Memulai dengan Docker untuk Pemula#
Apa itu Docker?
Oke, kawan-kawan! Jadi, Docker adalah sebuah platform yang memungkinkan kita untuk mengembangkan, mengirim, dan menjalankan aplikasi menggunakan container. Apa itu container? Bayangkan container seperti sebuah box yang di dalamnya ada semua hal yang diperlukan oleh aplikasi kamu untuk berjalan, seperti kode, runtime, libraries, dan system tools. Dengan container, kita bisa menjalankan aplikasi di mana saja dengan cepat dan konsisten, tanpa pusing-pusing dengan perbedaan konfigurasi di setiap mesin.
Perbedaan Docker vs Virtual Machine: Mana yang Lebih Baik?#
Ketika kita ngomongin tentang virtualization, pasti banyak yang mikir tentang Virtual Machine (VM) yang udah muncul dari dulu banget. Tapi, ada teknologi baru yang gak kalah kepo yaitu Docker. Keduanya punya cara masing-masing dalam nge-handle aplikasi, tapi sebenarnya, mana yang lebih baik buat kebutuhan kita? Yuk, kita bahas bareng-bareng.
Virtual Machine: Konsep Klasik yang Masih Relevan#
Virtual Machine (VM) tuh ibaratnya punya komputer di dalam komputer. Itu tuh, lo bisa install sistem operasi lengkap di dalamnya, dengan kernel, aplikasi, dan semua sistemnya. Ini keren banget karena lo bisa punya beberapa OS berbeda dalam satu mesin fisik. Misalnya, lo bisa jalanin Windows dan Linux di Macbook lo.
Caching Static Content dengan NGINX untuk Performa Optimal
Hai, teman-teman! Kali ini kita bakal bahas tentang cara nge-boost performa website kalian dengan NGINX. Yap, NGINX itu keren banget buat nge-cache konten statis, biar website kalian ngebut dan nggak lemot. Jadi, siap-siap ya buat belajar gimana caranya caching static content dengan NGINX biar performa website kalian optimal!
Sebelum kita mulai, yuk pahami dulu apa itu caching static content. Jadi, konten statis itu adalah file-file yang nggak berubah-ubah, kayak gambar, CSS, JavaScript, atau file HTML yang nggak dinamis. Nah, caching itu artinya kita nyimpen salinan dari konten-konten ini di server atau di sisi client (browser) biar nggak perlu di-download ulang setiap kali ada request. Hasilnya? Website jadi lebih cepat loadingnya!
Hai, teman-teman! Kali ini kita bakal bahas gimana caranya memantau log NGINX pake ELK Stack. Buat yang belum tau, ELK Stack itu singkatan dari Elasticsearch, Logstash, dan Kibana. Tiga serangkai ini bakal bantu kita ngumpulin, ngolah, dan nampilin data log dari NGINX dengan keren abis. Yuk, simak langkah-langkahnya!
Pertama-tama, pastiin dulu kalian udah punya ELK Stack terinstal di server kalian. Kalo belum, kalian bisa ikutin panduan instalasinya di sini. Jangan lupa, pastiin versi yang kalian pake kompatibel satu sama lain ya!
Rate limiting adalah teknik yang digunakan untuk mengontrol jumlah permintaan yang diterima oleh server dalam jangka waktu tertentu. Ini berguna untuk mencegah serangan DDoS, melindungi server dari beban berlebih, dan memastikan pengguna mendapatkan pengalaman yang adil. NGINX adalah salah satu web server yang populer dan mendukung fitur rate limiting dengan mudah. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat rate limiting pada NGINX.
Halo, teman-teman! Kali ini kita bakal bahas gimana caranya bikin upstream pool dinamis di NGINX. Buat yang belum tau, upstream pool itu kayak kumpulan server yang bisa nge-handle request dari client. Nah, kalo dinamis, berarti kita bisa nambah atau ngurangin server di pool itu tanpa harus restart NGINX. Keren, kan? Yuk, simak caranya!
Sebelum kita mulai, penting banget nih buat ngerti dulu apa itu upstream di NGINX. Upstream itu adalah blok konfigurasi yang dipake buat nentuin ke mana aja request dari client bakal diarahkan. Biasanya, upstream ini berisi daftar server yang siap nge-handle request.
Cara Mengatur CORS di NGINX untuk Aplikasi Modern#
Hai, teman-teman developer! Pernah nggak sih kalian ngalamin masalah CORS (Cross-Origin Resource Sharing) pas lagi ngembangin aplikasi web modern? Nah, kalo iya, kalian nggak sendirian. CORS itu emang sering bikin pusing, tapi tenang aja, kita bisa atur CORS di NGINX dengan gampang. Yuk, simak caranya!
Sebelum kita mulai, mungkin ada yang masih bingung, apa sih CORS itu? CORS itu mekanisme yang memungkinkan server web untuk mengizinkan atau menolak permintaan dari domain yang berbeda. Jadi, kalo aplikasi web kita mau ngakses resource dari server yang beda domain, CORS ini yang ngatur.
Cara Menggunakan NGINX dengan Docker dan Docker Compose
Halo, teman-teman! Kali ini kita bakal bahas tentang cara menggunakan NGINX dengan Docker dan Docker Compose. Buat kalian yang belum tau, NGINX tuh web server yang keren banget, bisa buat nge-host website, reverse proxy, load balancer, dan banyak lagi. Nah, Docker dan Docker Compose tuh tools yang bikin kita bisa nge-deploy aplikasi dengan gampang dan konsisten di berbagai lingkungan. Yuk, kita mulai!