Menulis Fungsi dalam Bash Script: Bikin Kode Bash Kamu Lebih Mudah Digunain!#
Halo tech enthusiasts! Kalian pasti udah nggak asing dengan Bash, kan? Bash atau Bourne-Again SHell adalah shell yang biasa dipake di Linux dan Unix. Nah, sekarang kita mau ngomongin tentang fungsi (function) dalam Bash Script. Kenapa? Karena dengan fungsi, kode Bash yang kita tulis bisa lebih modular, mudah dibaca, dan pastinya lebih gampang dikelola.
Bagi kamu yang sering main-main dengan terminal di Linux atau macOS, pasti nggak asing sama yang namanya “argument” di command line. Argument itu adalah nilai atau informasi yang kita kasih ke sebuah skrip atau program saat kita menjalankannya. Nah, di artikel ini, kita bakal belajar gimana cara menerima argument dari command line di bash. Awalnya mungkin terdengar agak ribet, tapi tenang aja, kita bakal bahas step by step biar gampang dipahami.
Bash, sebuah bahasa scripting yang umum digunakan di Linux dan macOS, memiliki beberapa cara untuk melakukan looping. Tiga metode yang paling umum digunakan adalah for, while, dan until. Di artikel ini, kita bakal cek keunikan dari tiap-tiap metode ini dan gimana cara kita bisa bikin mereka bekerja untuk kita, pake contoh-contoh sederhana.
Looping for digunakan ketika kita tahu berapa kali kita mau menjalankan suatu blok kode. Misalnya, kita punya daftar barang atau angka dan kita mau lakukan sesuatu untuk tiap item di daftar itu.
Di dunia scripting, sering banget kita harus ngeganti alur eksekusi kode kayak ngecek kondisi. Nah, di Bash, kita punya if, else, dan elif buat ngatur semua ini. Yuk, kita bahas tuntas!